Do'a Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari untuk Nahdlatul Ulama
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
اللَّهُمَّ أَيْقِظْ قُلُوبَ الْعُلَمَاءِ وَالْمُسْلِمِينَ مِنْ نَوْمِ غَفْلَتِهِمُ الْعَمِيقِ، وَاهْدِهِمْ إِلَى سَبِيلِ الرَّشَادِ.
اللَّهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، أَحْيِ جَمْعِيَّتَنَا جَمْعِيَّةَ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ حَيَاةً طَيِّبَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، بِبَرَكَةِ قَوْلِكَ:
﴿فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً﴾ (النحل: ٩٧)
وَبِقَوْلِكَ:
﴿فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ﴾ (إبراهيم: ٣٧)
وَارْزُقْهُمْ قُوَّةً غَالِبَةً عَلَى كُلِّ بَاطِلٍ، وَظَالِمٍ، وَفَاحِشٍ، وَسُوءٍ، لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ya Allah, bangunkanlah hati para ulama dan kaum muslimin dari tidur kelalaian mereka yang sangat dalam, serta tunjukilah mereka ke jalan yang benar.
Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, hidupkanlah organisasi kami, Jam'iyyah Nahdlatul Ulama, dengan kehidupan yang baik hingga Hari Kiamat, berkat firman-Mu:
"Maka sungguh Kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik." (QS. An-Nahl [16]: 97]
Dan berkat firman-Mu:
"Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan anugerahkanlah kepada mereka rezeki dari berbagai buah-buahan agar mereka bersyukur." (QS. Ibrahim [14]: 37)
Anugerahkanlah kepada mereka kekuatan yang mampu mengalahkan setiap kebatilan, kezaliman, kekejian, dan segala bentuk keburukan, agar mereka menjadi orang-orang yang bertakwa.
Do'a yang Menjaga Nafas Perjuangan Nahdlatul Ulama
Di balik kokohnya perjalanan Nahdlatul Ulama selama lebih dari satu abad, terdapat ikhtiar spiritual yang diwariskan langsung oleh pendirinya, Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari. Salah satunya adalah doa yang berisi harapan agar Allah membangunkan hati para ulama dan umat Islam dari kelalaian serta menjaga NU tetap hidup dengan ḥayātan ṭayyibah hingga hari kiamat.
Do'a ini memperlihatkan bahwa Hadratussyaikh tidak hanya membangun NU dengan kekuatan ilmu, organisasi, dan pendidikan, tetapi juga dengan kekuatan doa. Beliau menyandarkan masa depan NU kepada firman Allah dalam QS. An-Nahl ayat 97 tentang kehidupan yang baik dan QS. Ibrahim ayat 37 tentang dikaruniai kecintaan manusia serta rezeki yang penuh keberkahan.
Pilihan dua ayat tersebut bukanlah tanpa makna. Kehidupan yang baik (ḥayātan ṭayyibah) mencerminkan cita-cita agar NU senantiasa menjadi organisasi yang membawa kemaslahatan, sedangkan do'a Nabi Ibrahim mengandung harapan agar hati umat terus terpaut kepada para ulama dan lembaga yang mereka bangun.
Penutup do'a ini juga sarat pesan perjuangan. Hadratussyaikh memohon agar Allah menganugerahkan kekuatan kepada warga NU untuk menghadapi kebatilan, kezaliman, kemungkaran, dan berbagai bentuk kerusakan moral. Dengan demikian, perjuangan Nahdlatul Ulama bukan hanya menjaga tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Bagi warga Nahdliyin, doa ini bukan sekadar amalan rutin. Ia adalah wasiat spiritual agar setiap pengurus, kiai, santri, dan jamaah senantiasa mengawali khidmah dengan keikhlasan, memohon pertolongan Allah, serta menjadikan keberkahan sebagai fondasi utama perjuangan.
Sanad Ijazah
Do'a ini ijazah dari KH. Khotib Umar, dari ayah beliau KH. Umar, dari KH. As'ad Syamsul Arifin, dari Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari.
Referensi:
1. NU Online, "LDNU Jombang Dapat Ijazah Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari."
2. Laduni.id, "Ijazah Doa untuk Kemajuan NU dari KH. Hasyim Asy'ari."
3. NU Online, "Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari: Tahlilan dan Amaliah Warga NU."
4. Al-Qur'an, QS. An-Nahl [16]: 97 dan QS. Ibrahim [14]: 37.

Posting Komentar untuk "Do'a Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari untuk Nahdlatul Ulama"
Posting Komentar